JAKARTA – Jakarta International Investment, Trade, Tourism & SMEs Expo (JITEX) 2026 mencatat potensi transaksi dan investasi sebesar Rp15,1 triliun selama penyelenggaraan pada 16-19 September 2026.
Selain potensi transaksi dan investasi dari skema business to business (B2B) tersebut, JITEX 2026 juga mencatat nilai transaksi langsung business-to-consumer (B2C) sebesar Rp2,4 miliar.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan, potensi transaksi dan investasi yang dihimpun selama 2026 diharapkan dapat ditindaklanjuti menjadi kerja sama bisnis.
“JITEX 2026 menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, membangun jejaring serta menjajaki peluang kerja sama dengan buyer, investor dan mitra bisnis dari berbagai sektor,” ujar Ratu dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 21 September.
Menurut Ratu, tindak lanjut dari potensi transaksi tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi pelaku usaha di Jakarta, termasuk membuka peluang ekspor.
JITEX 2026 diikuti oleh 275 perusahaan dan brand dari dalam maupun luar negeri. Adapun buyer dan investor internasional yang berpartisipasi berasal dari 11 negara.
Selama empat hari penyelenggaraan, JITEX menghadirkan sejumlah agenda, mulai dari pameran dagang, business matching, investment forum, trade forum, networking programme hingga buyer programme.
Rangkaian tersebut mempertemukan pelaku usaha dengan buyer, investor, asosiasi bisnis, pemerintah serta mitra internasional dari berbagai negara untuk menjajaki peluang perdagangan dan investasi.
Sekretaris Jenderal Asian Trade, Tourism and Economics Council (ATTEC) Rama Auwines menyebut, tindak lanjut atas koneksi bisnis yang terbentuk menjadi salah satu hal penting setelah penyelenggaraan JITEX.
“Bagi kami, keberhasilan JITEX tidak berhenti pada berakhirnya pameran. Yang lebih penting adalah bagaimana koneksi terbangun antara pelaku usaha, buyer, investor dan mitra internasional dapat berlanjut menjadi transaksi serta kerja sama jangka panjang,” kata Rama.
Selain perdagangan dan investasi, JITEX 2026 turut mengangkat sektor budaya dan pariwisata dalam rangkaian kegiatan.
Sejumlah agenda internasional juga digelar, antara lain ATTEC Global Investment Forum dan Asia Food and Ecosystem Summit.
Penyelenggaraan JITEX 2026 turut melibatkan 50 kolaborator yang terdiri dari kementerian/lembaga, organisasi perangkat daerah, asosiasi, komunitas serta pihak pendukung lainnya.