JAKARTA, KOMPAS.com – Investor dan pengusaha dari sejumlah negara mulai berdatangan ke Jakarta untuk menjajaki peluang investasi dan kerja sama bisnis. Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengatakan, pengusaha dari China, Malaysia, hingga Makau mulai menjajakan bisnis di Jakarta. Ia berujar, sekitar 200 delegasi dari luar negeri ditargetkan terlibat dalam rangkaian Jakarta International Investment, Trade, Tourism & SMEs Expo (JITEX) 2026.
“JITEX kembali hari ini presscon, kita tentang investasi forumnya, tentang food, tentang elektronik, dan ada juga kita bawa delegasi dari luar negeri sekitar 200 orang. Dan 200 orang ini kita harapkan bisa berkunjung nanti, dari tahun lalu biasanya diundang ke Balai Kota,” ujar Budihardjo dalam konferensi pers JITEX di Balai Kota Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026). Budihardjo mengatakan, sebanyak 55 pengusaha dari Makau telah hadir. Selain itu, pengusaha dari China dan Malaysia juga datang untuk membuka peluang kerja sama.
Sejumlah calon investor dari China, kata dia, tertarik menjajaki kerja sama di sektor air minum, telekomunikasi, hingga manufaktur.
“Contohnya seperti perusahaan air minum itu dari Pemerintah China sudah ingin bertemu, dan juga ada telekomunikasi, ada pabrik,” kata dia. Pertemuan dengan investor asing tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring bisnis menjelang JITEX 2026 yang akan digelar pada 16-19 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran. Dalam JITEX, investor, buyer, dan pelaku usaha akan dipertemukan melalui kegiatan business matching serta forum investasi. Penyelenggara juga menyiapkan forum internasional untuk membuka peluang kerja sama lintas negara.
Budihardjo menargetkan nilai transaksi dan investasi dalam JITEX 2026 mencapai sekitar Rp 16 triliun.
Pada penyelenggaraan tahun lalu, total transaksi bisnis JITEX mencapai sekitar Rp14,5 triliun. Budihardjo berharap investor asing yang datang tidak hanya menanamkan modal di Indonesia, tetapi juga ikut membeli produk lokal. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan, kehadiran investor dan buyer dari luar negeri menjadi peluang bagi UMKM Jakarta untuk memperluas pasar.
Menurut dia, pelaku UMKM perlu diberi akses untuk bertemu langsung dengan calon pembeli dan mitra bisnis dari luar negeri.
“JITEX menjadi ruang bagi pelaku UMKM dan produk unggulan Indonesia untuk tidak hanya dikenal di pasar domestik, tetapi juga mendapatkan akses menuju pasar internasional,” kata Elisabeth.