JAKARTA, jakarta.suaramerdeka.com – Rangkaian pameran Jakarta International Investment, Trade, Tourism & SMEs Expo (JITEX) 2026 resmi berakhir pada Sabtu (19/9/2026) di JIEXPO Convention Centre dan Gedung Pusat Niaga, Kemayoran, Jakarta.
Mengusung tema “IGNITE THE ECONOMY”, ajang ini sukses menggalang kolaborasi perdagangan, investasi, hingga pariwisata.
Penyelenggaraan empat hari yang diinisiasi Pemprov DKI Jakarta bersama ATTEC dan HIPPINDO ini mencatatkan capaian impresif, di antaranya potensi transaksi B2B sebesar Rp15,1 triliun dan transaksi B2C Rp2,4 miliar dari 275 exhibitor serta partisipasi partisipan dari 11 negara.
Kepala Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan seluruh rangkaian kegiatan interaktif tersebut.
“JITEX 2026 menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, membangun jejaring, serta menjajaki peluang kerja sama dengan buyer, investor, dan mitra bisnis dari berbagai sektor. Kami berharap potensi transaksi dan investasi yang berhasil dihimpun selama penyelenggaraan dapat ditindaklanjuti menjadi hubungan bisnis yang berkelanjutan, memperluas akses pasar, termasuk peluang ekspor, serta mendorong pertumbuhan usaha di Jakarta,” ujar Ratu.
“Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam mendorong pengembangan perdagangan, investasi, pariwisata, serta pemberdayaan UMKM Jakarta agar semakin terhubung dengan pasar nasional maupun internasional,” lanjutnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal ATTEC, Rama Auwines, menekankan pentingnya tindak lanjut pasca-event agar jejaring pasar global yang terbentuk tetap terjalin.
“Bagi kami, keberhasilan JITEX tidak berhenti pada berakhirnya pameran. Yang lebih penting adalah bagaimana koneksi yang terbangun antara pelaku usaha, buyer, investor, dan mitra internasional dapat berlanjut menjadi transaksi serta kerja sama jangka panjang. Melalui JITEX, ATTEC berharap semakin banyak peluang yang menghubungkan Jakarta dengan pasar global dan membuka ruang pertumbuhan baru bagi pelaku usaha Indonesia,” ungkap Rama Auwines.